LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com - Dikabarkan kembali, jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun 2026 ini meningkat jumlahnya. Melalui ketua yayasan Cahaya Untuk Negeri (CUN) Daut Sulaiman pada media ini mengatakan, persiapan hewan kurban berjumlah tiga ratus lima puluh (350) ekor. Hewan kurban yang berjumlah 350 ekor tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima daging kurban.
" Alhamdulillah hewan kurban ùntuk Hari raya idul Adha 2026 melalui yayasan CUN kini bertambah lagi. Yang sebelumnya hewan kurban kurang dari 350 kini bertambah lagi," ucapnya, Minggu, (24/06/2026) di Suralaga.
Peria yang karib di sapa Daut lebih jauh menjelaskan bahwa, pihak yayasan telahpun membahas teknis pelaksanaan kurban dan melakukan pendataan penerima daging hewan kurban, hingga mekanisme pembagian daging kepada masyarakat.
”Bismillah semoga hingga hari H berjalan lancar, seyogyanya daging kurban akan di bungkus dengan jumlah yang sudah panitia targetkan yakni dengan 3000 lebih paket daging kurban," ucap Daut.
Dengan demikian ia dengn segenap panitia berharap persiapan yang dilakukan sejak dini dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah dan masyarakat yang menerima manfaat.
Momentum Iduladha juga diharapkan menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kepedulian sosial antar warga.
Daut Sulaiman menjelaskan, sejumlah teknis pelaksanaan mulai dari proses penyembelihan, penimbangan, pengemasan, hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya akurasi data penerima manfaat atau mustahik agar proses distribusi berjalan lebih tertib dan merata.
“Kita diamanahkan menyalurkan daging hewan kepada para mustahik, tentu mengutamakan warga atau masyarakat yang terdekat, tapi tidak berdasarkan kedekatan individu dalam pendistribusiannya,” imbuhnya.
Kata Daut, pendistribusian daging kurban perlu dilakukan secara tepat sasaran dengan mengutamakan masyarakat sekitar yang membutuhkan, sehingga nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam pelaksanaan kurban dapat dirasakan secara merata.
Selain itu, keterlibatan semua elemen penting di utamakan, tokoh masyarakat, tokoh agama,dan pemerintah Desa setempat harus berkolaborasi dengan Yayasan CUN dalam menjalankan ibadah korban nantinya. Mewujudkan sipat kegitoroyongan dalam hal ini sangat di perlukan guna memper erat hubungan antar sesama sebagai mahluk sosial. Demikian Ketua Yayasan CUN. (BM)
0 Komentar