Breaking News

PENGAMEN..? Taman Rinjani: Ruang Santai Berubah Jadi Sumber Gelisah, Warga Desak Bupati Lotim Berani Ambil Langkah Nyata

FOTO: Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Timur dan Pengunjung Taman Rinjani Kota Selong.

Lombok Timur,Bumigoramedia.com – Taman Rinjani Kota Selong dibangun dengan biaya rakyat, untuk hak seluruh rakyat. Namun hari ini, yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau tempat warga melepas penat, berkumpul keluarga, hingga berolahraga dengan tenang, justru berubah menjadi medan yang tak lagi menenangkan.

Keluhan itu bukan baru muncul kemarin, melainkan sudah berakar lama, dan hingga kini belum ada satu pun pemimpin yang berani menyelesaikannya hingga tuntas.
 
Warga yang datang untuk mencari ketenangan, justru dihampiri silih berganti oleh pengamen—sebagian besar berbadan tegap dan masih berusia produktif—yang berpindah dari satu meja ke meja lain, meminta sumbangan secara terus-menerus. Suasana santai luluh lantah digantikan rasa tak nyaman, tertekan, hingga tak jarang memicu rasa malas untuk kembali berkunjung.
 
Salah satu warga Lombok Timur, Sesi 40 Tahun, meluapkan kekecewaannya yang mendalam:
 
"Sungguh disayangkan pengelolaan taman ini. Dalam sekali duduk saja, sudah tiga pengamen menghampiri kami. Rasanya bukan sedang bersantai, melainkan sedang 'diparut' berkali-kali tanpa henti. Ke mana arah pengelolaan ruang publik yang seharusnya menjaga kenyamanan kita semua? Bapak bupati harus berani mengambil langkah nyata," Ucapnya kesal.
 
Warga tak menutup mata bahwa meminta bantuan itu hak setiap orang. Namun menjadi sangat tidak wajar, ketika hal itu dilakukan secara berulang-ulang, membebani, dan mengganggu hak orang lain yang sedang menikmati fasilitas umum.
 
"Kita tidak selamanya membawa uang lebih untuk memberi. Belum lagi kita sudah mengeluarkan biaya untuk minum dan kebutuhan lain karena kehausan. Datang untuk melepas lelah, pulang justru dengan kepala pening. Padahal mereka masih muda, masih kuat, sangat mampu memegang cangkul, bekerja mencari nafkah yang halal dan berkah, bukan berdiri mengharap belas kasihan orang lain," Ujarnya, (16/07/2026).
 
Ada ketidakadilan yang terasa di sini: memberi pun seringkali bukan karena ikhlas, melainkan karena terpaksa demi kebaikan suasana. Tak memberi pun terasa berat, karena mereka sudah berdiri tepat di hadapan kita.
 
"Apakah Dinas Sosial dan instansi terkait hanya diam saja melihat ini? Masalah ini bukan soal melarang orang mencari nafkah, tapi soal menempatkan hal pada tempatnya. Ruang publik bukan tempat berdagang belas kasihan secara paksa. Harus ada aturan yang ditegakkan, bukan dibiarkan merajalela begitu saja," tegasnya.
 
Melalui catatan ini, warga Lombok Timur tersebut menyampaikan pesan tegas kepada Bupati: Jangan biarkan fasilitas yang dibangun dengan keringat rakyat, rusak kemanfaatannya karena ketidaktegasan tangan penguasa.

Taman Rinjani adalah milik semua warga, bukan milik segelintir orang yang mengganggu kenyamanan orang banyak. Sudah saatnya ada solusi yang beradab, yang memberi jalan bagi mereka yang butuh bantuan, namun tetap menjaga hak ketenangan seluruh warga yang datang. Jangan biarkan keluhan ini hanya menjadi angin lalu yang tak pernah sampai pada perubahan nyata. Demikian pengunjung tersebut.

Semintara itu Kasat POLPP, Salmun Rahman saat dikonfirmasi media ini menjelaskan, pihaknya tetap memberikan peringatan kepada pengamen bahkan sering pula memanggil para pengamen guna diberikan pengarahan dan himbauan. 

"Sering sekali kita panggil dan kita berikan peringatan dan himbauan demi ketertiban umum, lebih lebih demi kenyamanan pengunjung di taman kota Selong" tegasnya.

Hal yang serupa di sampaikan oleh Firdaus, salah satu anggota dari Satuan Polisi Pamong praja, mengatakan ia bersama personil lainnya sering melakukan patroli terlebih adanya keluhan dari pengunjung.

"Kami sering melakukan patroli dan bahkan secara tiba tiba Bapak kasat memerintahkan kami ùntuk turun ke Medan agar kondusifitas dan kenyamanan masyarakat yang berkunjung di taman Rinjani kota Selong merasa aman damai dan tentunya senang menikmati taman kota," pungkasnya. (01)
 
 
 

0 Komentar

© Copyright 2022 - BumigoraMedia