Breaking News

Sulitnya Gas Elpigi Didapatkan Masyarakat, Bupati IRON Sebut Pihaknya Tidak Memiliki Kewenangan Menentukan Agen

.                  FOTO : istimewa.

LOMBOK TIMUR,Bumigoramedia.com - Pemda Kabupaten Lombok Timur menggelar sosialisasi penggunaan gas elpiji 3kg kepada kelompok peternak  ayam  di daerah ini. Kegiatan berlangsung  Jumat, (17/04/2026) di Pendopo Bupati. Sosialisasi ini sebagai tindak lanjut dari persoalan sulitnya masyarakat mendapatkan gas elpiji 3kg beberapa waktu terakhir. 

Merujuk  edaran Pertamina, kandang ayam merupakan salah satu objek yang tidak dibolehkan menggunakan elpiji subsidi. Di Lombok Timur eksistensi kelompok peternak ayam sangat krusial dalam perekonomian daerah sehingga  Pemerintah Daerah mencoba menemukan titik keseimbangan, serta memberi solusi terbaik  bagi semua pihak.  

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang hadir dalam sosialisasi tersebut melihat bahwa berdasarkan hasil evaluasi, tahun 2025 lalu kasus seperti ini tidak terjadi. Di samping stok elpiji di  Pertamina cukup,  tidak ada  hal yang menyebabkan ketakutan kenaikan harga  atau pun kondisi geopolitik. Karena itu masyarakat tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying). Selain itu semakin banyak warga yang menggunakan elpiji bersubsidi ini, bahkan yang tidak sesuai peruntukannya.

Bupati juga menjelaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan agen, jumlah pangkalan maupun kuota, di mana hal itu merupakan kewenangan Pertamina. Karena itu untuk sementara  Pemda hanya bisa mengusulkan penambahan kuota. 

Sebelumnya Pemda Lombok Timur telah mengeluarkan edaran mengenai sasaran yang boleh dan tidak boleh menggunakan elpiji subsidi. Elpji tersebut  untuk masyarakat miskin, sedangkan  untuk  peternak serta usaha seperti hotel, restoran, jasa las, usaha pertanian, binatu dan lainnya tidak diperkenankan. Untuk itulah Satgas elpiji yang telah dibentuk melakukan pengawasan.

“Saya berharap mulai saat ini, sedikit demi sedikit di rubah dan menggunakan elpiji non-subsidi. Bagi  peternakan yang  sangat membutuhkan gas elpiji, tolong siapkan tong elpiji non subsidi, sebelum nanti keluar aturannya,” Pemda, jelas Bupati, telah menyampaikan usulan ke pusat agar pembeliaan elpiji subsidi berdasarkan desil, yaitu yang masuk desil satu sampai lima. Harapannya mulai dari saat ini, sedikit demi sedikit masyarakat, khususnya yang berada di luar desil tersebut  menggunakan elpiji non subsidi, termasuk peternak. Peternak, bagaimanapun  adalah mitra pemerintah, “Tanpa peternak, siapa yang akan melayani kebutuhan  daging ayam mau pun telur,” ujarnya. 

Pemda rencananya akan membantu menukarkan tabung gas elpiji peternak. Sebagaimana telah dilakukan pada sekelompok ternak yang ada di kecamatan Suralaga, “Kedepannya jika peternak merasa tidak nyaman dengan sesuatu hal, disilakan melapor ke Bupati untuk dicarikan solusi, karena itu juga menjadi tugas Pemerintah,” lanjutnya.

Bupati berharap para peternak dapat memahami kondisi saat ini dan mendukung upaya Pemda, “Itulah pentingnya kita  memiliki pemahaman yang sama, sehingga  Lotim SMART tetap menjadi tujuan kita bersama,” tutupnya.

Kegiatan yang diisi dengan dialog ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, Assisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas  Petrnakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, Kasat Pol PP Kabupaten Lombok Timur dan sejumlah Pimpinan OPD terkait

0 Komentar

© Copyright 2022 - BumigoraMedia