LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com – Menyusul langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat beserta pejabat tinggi dinas terkait, Bupati Lombok Timur H. Muhammad Khairul Warisin angkat bicara dengan nada serius. Ia menjadikan peristiwa itu sebagai peringatan keras bagi seluruh jajaran pemerintahannya.
"Apa yang terjadi di Lombok Barat itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Jangan sampai hal serupa terjadi di tanah Lombok Timur yang kita cintai ini," tegas Bupati secara langsung usai menghadiri acara di Baznaz. Selasa, (21/07/2026).
Ia mengingatkan dengan tegas kepada seluruh elemen lembaga di wilayahnya, mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), hingga seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan perangkat daerah lainnya.
"Saya perintahkan kepada seluruh elemen lembaga semua: bekerjalah dengan jujur, bekerjalah apa adanya. Jangan pernah berbuat hal-hal yang kelak akan merugikan diri sendiri, merugikan keluarga, dan mencoreng nama baik daerah kita," pesannya.
Bupati menegaskan aturan main sudah diperjelas dan disepakati bersama.
"Tadi saya sudah tanya langsung kepada Satuan Pengawasan Internal, semuanya sudah sepakat, semuanya sudah jelas. Prinsip ini tidak hanya berlaku di satu lembaga saja, tapi berlaku di semua tempat tanpa terkecuali," ujarnya menegaskan kesetaraan aturan.
Meskipun mengakui hingga saat ini belum ada indikasi atau kejadian yang meresahkan di Lombok Timur, Bupati meminta kewaspadaan tidak boleh kendur.
"Saya tahu sampai saat ini belum ada kejadian yang buruk. Tapi itu bukan alasan untuk lengah. Kita harus selalu berhati-hati. Segera nanti akan saya kumpulkan seluruh perangkat daerah dan pimpinan desa untuk memperkuat komitmen ini bersama-sama," pungkas Bupati H. Muhammad Khairul Warisin. (01)
0 Komentar