Breaking News

BBM..? AKTIVIS ULUNG LOTIM MUHYI: JANGAN BICARA SEPERTI BAKUL PASAR! BUPATI WAJIB CARI SOLUSI, BUKAN SURUH RAKYAT DIAM DI RUMAH

FOTO: Aktifis Lombok Timur, Muhyi.
 
LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com – Suara keras meluap dari kalangan aktivis masyarakat. Aktivis Ulung Lotim, Muhyi, mengecam tajam pernyataan Bupati Lombok Timur yang dinilai tidak memihak rakyat, asal bicara, dan terkesan menyalahkan masyarakat di tengah krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang merata di sejumlah SPBU/Pertamina se-Lombok Timur.
 
Muhyi menegaskan, ucapan pemimpin tertinggi daerah itu berat dan menjadi pegangan ribuan nyawa. Pemimpin harus memegang teguh prinsip kepemimpinan: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Bukan malah bicara seenaknya, asal mangap layaknya bakul pasar tanpa memikirkan dampaknya.
 
"Jangan main bilang 'diam saja di rumah'. Apa Bapak kira perut rakyat bisa berhenti lapar? Apa pekerjaan, jualan, dan sekolah bisa berhenti begitu saja? BBM itu bukan barang mewah, bukan sekadar kebutuhan tambahan—itu sudah jadi kebutuhan pokok nyawa. Kalau ini mati, perekonomian mati. Kalau terus begini, jangan salahkan kalau rakyat mulai saling bersitegang," seru Muhyi dengan nada tinggi, Rabu (5/8).
 
Ia menyoroti ironi: seluruh pasokan BBM di Lombok Timur sepenuhnya bergantung pada Pertamina Pancor. Maka sudah menjadi kewajiban mutlak Bupati untuk turun tangan, jemput bola, berkoordinasi keras dengan pihak pusat dan Pertamina guna meramu solusi adil yang menguntungkan semua pihak.
 
"Bukan malah memberi pernyataan yang membebani rakyat yang sudah susah! Rakyat tidak minta dikasih bensin gratis, mereka cuma minta jatahnya tersedia dengan layak. Kalau pemimpin saja tak mau berjuang urus ini, untuk apa rakyat menaruh harap?" kritiknya pedas.
 
Aktivis yang dikenal vokal ini memperingatkan: jangan anggap remeh keresahan yang meluas. Ucapan pemimpin harus menenangkan, bukan memicu amarah. Harus ada langkah nyata, bukan sekadar omong kosong yang tak berdasar.
 
"Kami tunggu bukti kerja nyata. Hentikan gaya bicara yang tak bertanggung jawab. Rakyat sudah lelah antre, jangan ditambah lelah mendengar ucapan yang tak memahami nasib mereka," pungkas Muhyi tegas, pada media ini, Rabu, (05/08/2026). (01)
 
 
 

0 Komentar

© Copyright 2022 - BumigoraMedia