News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Puluhan Sekolah di Lotim Belum Memiliki KEPSEK Definitif

Puluhan Sekolah di Lotim Belum Memiliki KEPSEK Definitif

Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, Alimudin Mesir.

LOMBOKTIMUR, Bumigoramedia.com - Memasuki uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh, 58 Sekolah pada Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur belum memiliki kepala sekolah (KEPSEK) definitif, sementara pada Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tahun 2021 kemarin hanya terdapat tiga puluh tiga (33) calon kepala sekolah. 

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Alimuddin Mesir mengatakan, Sekolah yang tanpa kepala sekolah definitif itu, tersebar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) yang kekurangan 55 Kepala Sekolah, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kekurangan 3 kepala Sekolah. 

"2021 kemari terdapat 55 SD yang belum memiliki kepala Sekolah Definitif, sementara SMP 3 Sekolah,"katanya senin, (10/12/2021). 

Lanjut Alimuddin, Plt Kasek dengan, memiliki kewenangan yang sama seperti kepala sekolah definitif pada kondisi darurat tertentu. Misalnya saja menandatangani ijazah, hanya saja tidak mendapatkan tunjangan seperti halnya kepala sekolah definitif. Sedangkan kewenangan Plt yang SK-nya dikeluarkan oleh Dikbud sangat terbatas. 
"Pada kondisi darurat wewenang plt Kasek dan Kasek Definitif sama,"jelasnya.

Masih Kata Alimuddin, pada 2022 tiket untuk menjadi Kasek tidak harus melaui Diklat, akan tetapi harus memiliki sertifikat guru penggerak dan memiliki kompetensi, hal tersebut sesuai dengan Permendikbud Ristekdikti no: 40 tahun 2021 tentang pengangkatan guru menjadi Kepala Sekolah. 

"Sesuai dengan Peraturan Menteri yang baru, untuk menjadi Kepala Sekolah tidak mesti haru Diklat, akan tetapi memiliki Sertifikat guru penggerak,"ujarnya.

Lebih jauh Alimuddin berpesan kepada Semua guru agar momentum Belajar Tatap muka ini dimanfaatkan untuk mengembalikan mindset serta energi baru mengikuti tugas guru adalah mengantar peserta didik agar provit menjadi pelajar pancasila. 

"Mari kita semua bergerak dengan hati untuk mengantar peserta didik menjadi pelajar pancasila,"tutupnya. (BM-gl)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.