FOTO : Ayam Petelur Milik BUMDes Desa Bagik Payung Selatan.
LOMBOK TIMUR Bumigoramedia.com - Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, terus berinovasi dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.
Salah satu unit usaha yang kini mulai menunjukkan hasil positif adalah peternakan ayam petelur yang dikelola secara langsung oleh BUMDes sebagai upaya meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Setelah berbulan bulan menanti hasil, sebanyak sembilan ratus dua puluh tiga (923) ekor ayam kini mulai bertelur sesuai bulan yang sdah di frediksi pengurus BUMDes. Semula dengan jumlah seribu (1000) ekor kini tinggal 923 ekor. Hal itu diakibatkan sebagian ayam petelur mengalami sakit karena cuaca yang sangat extrim beberapa bulan lalu.
Meski demikian, pengelola tetap semangat dan tak pernah mengeluh ùntuk merawat ayam petelur tersebut.
Sebut saja, Zarkoni selaku penjaga kandang yang setiap harinya dengan disiplin merawat dan menjaga kesehatan ayam hingga membersihkan kandang mulai angkat bicara bahwa ayam milik BUMDes sudah mulai bertelur.
"Iya, ayamnya sudah mulai bertelur, namun masih mulai belajar dan tidak banyak, hanya satu tray lebih saja," ujarnya saat di temui, Selasa, (24/02/2026).
Ia menjelaskan, kedepannya dari hasil produksi telur tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Bagik Payung Selatan, tetapi juga dipasarkan ke wilayah sekitar. Dengan cakupan pemasaran tersebut, diharapkan usaha ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan BUMDes serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
"Kita liat saja kedepannya, tergantung pengurus BUMDes ya nanti, ùntuk kontribusi nantinya silahkan BUMDes sendiri yang atur," imbuhnya.
Zarkoni memastikan, jika perawatan ayam tersebut diperlakukan dengan baik maka hasilnya pun signifikan dan bisa menghasilkan tiga puluh (30) Tray perharinya.
"Bisa kita pastikan 30 Tray perhari jika perawatannya baik, cukup makan dan pakannya bagus," tukas Zarkoni.
Usaha ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat agar ikut merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” jelasnya.
Melalui pengelolaan BUMDes Desa yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal, Pemerintah Desa Bagik Payung Selatan pasti optimistis unit usaha ayam petelur tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian Zarkoni. (Man)
0 Komentar