Bawang merah dan cabai merah merupakan komuditi yang paling sering dibutuhkan Oleh Masyarakat penggunaannya sebagai bahan bumbu dapur atau penyedap makanan sehari-hari di hampir setiap menu masakan di rumah tangga.
FOTO : Komuditas bahan pokok kebutuhan masyarakat.LOMBOK TIMUR,Bumigoramedia.com - Tak hanya pada komoditas cabai yang meroket harganya hingga dua ratus ribu rupiah (Rp 200 000) per kilo gramnya. Namun komoditas lainnya juga ikut melambung tinggi.
Selain cabai yang meroket, Bawang merah juga kena dampak dengan harga empat puluh lima ribu rupiah (Rp 45 000) perkilo geram, toge yang meski bukan bahan pokok juga kini harganya naik menjadi lima belas ribu rupiah (RP 15 000) yang sebelumnya rata di jual Pedangang dengan harga empat belas ribu Rupiah (Rp 14 000).
Salah satu pedagang asal Desa Rumbuk yang enggan di sebut namanya saat di temui di pasar pancor gelang, Selong Kabupaten Lombok Timur, di temui media mengeluhkan harga bahan pokok pada awal Ramadhan ini derastis naik bagaikan hujan deras yang mengakibatkan banjir bandang.
"Aneh harga barang barang ini, kok bisa secepat ini naik drastis kayak hujan besar dan banjir bandang," keluhnya di tengah kerumunan pasar.
Pedagang yang berusia kurang lebih lima puluh satu tahun tersebut menceritakan kenaikan harga komoditi memang dari sebelum puasa. Namun yang sangat terasa lonjakannya pada hari ini.
" Coba liat ini pak, cabai merah segini aja harganya sudah 25 000. Tahun kemarin g begini amat lonjakannya. Kenapa pada puasa tahun ini lonjakan harganya tinggi sekali. memang tidak ada yang kontrol harga ya pak?," gumamnya sembari meraba raba dagangannya menunggu pembeli datang.
Pedangang tempe tersebut lebih jauh menerangkan, jika komoditi cabai meroket harganya sudah barang tentu komoditi yang lain sebagai bahan pokok masyarakat ikut naik harga.
" Cobak bapak surpey sampai kedalam pasar ini. Kalo sudah cabai tinggi harganya pasti bahan pokok yang lain juga ikut naik, kayak cemburu komoditi yang lain juga pak," ujarnya sambil berharap dagangannya cepat laku.
Meski demikian, media ini belum menemukan keluhan pembeli di tengah kerumunan pasar, yang ada hanya tawar menawar bak melodi guitar yang indah terdengar. Hiruk pikuk pasar aman dan damai meski terdengar dentuman dan suara parang pedagang daging yang memotong daging bersama tulangnya.
Menyikapi persoalan ini, Kepaladinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Hadi Fathurrahman Mengatakan, melonjaknya harga bahan pokok seperti cabai adalah hal yang wajar terjadi di moment puasa.
"Kenaikan harga cabai ini memang turun naik, apa lagi momen puasa begini, hal yang sudah wajar terjadi setiap tahun," katanya saat di komfirmasi melalui telpon, Sabtu, (21/02/2026).
Diharapkan bahan pokok dikabupaten Lombok Timur tetap ada tersedia dan tidak mengalami kekurangan. Demikian Hadi Fathurrahman. (F)
0 Komentar