Breaking News

Kurang DOC dan Pembatasan Sapi dari Sumbawa, Harga Daging Ayam dan Sapi di Lotim Sama-sama Naik

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, H. Hadi Pathurrahman.

LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com — Harga daging ayam dan daging sapi di pasar-pasar Kabupaten Lombok Timur sama-sama mengalami kenaikan menjelang hari besar Islam. Kenaikan ini dipicu gabungan faktor penurunan pasokan dan lonjakan permintaan yang terjadi secara bersamaan.
 
Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, H. Hadi Pathurrahman, saat memberikan keterangan dari hasil pemantauan harga dan pasokan, Rabu (26/08/2026).
 
"Untuk daging ayam, penyebab utamanya adalah berkurangnya penetasan DOC menjelang libur panjang sehingga produksi menurun. Begitu libur usai, dapur MBG kembali beroperasi dan langsung menyerap kebutuhan dalam jumlah besar, ditambah permintaan masyarakat yang meningkat menjelang hari besar Islam. Pasokan yang belum pulih tiba-tiba berhadapan dengan lonjakan permintaan — inilah yang mendorong harga naik," jelas Kadis Perdagangan.
 
Sementara untuk daging sapi, ada faktor tambahan yang ikut menekan pasokan: pembatasan pengiriman sapi dari Sumbawa. Sebagai salah satu pemasok utama ternak hidup ke Lombok Timur, pembatasan arus keluar-masuk sapi dari pulau tersebut langsung terasa di pasar-pasar lokal. Dengan pasokan yang berkurang dan permintaan yang justru naik menjelang hari besar, kenaikan harga daging sapi pun tak terelakkan.
 
"Khusus daging sapi, pembatasan pengiriman sapi dari Sumbawa menjadi salah satu faktor utama yang ikut mempengaruhi ketersediaan di pasaran. Pasokan yang terbatas berbarengan dengan tingginya permintaan membuat harga ikut naik," tambahnya.
 
Kadis Perdagangan menjelaskan bahwa siklus produksi ayam membutuhkan waktu sekitar 30–35 hari dari bibit hingga siap dipotong, sehingga penurunan jumlah DOC yang ditetaskan di masa lalu baru terasa dampaknya saat ini. Sementara untuk sapi, pembatasan antar-pulau membutuhkan koordinasi lebih lanjut untuk memastikan arus pasokan kembali lancar.
 
Pihaknya terus memantau perkembangan harga dan pasokan setiap hari, serta berkoordinasi dengan para peternak, pemasok, dan instansi terkait guna mencari solusi agar kebutuhan dapur MBG maupun kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
 
"Kami berharap pembatasan dari Sumbawa segera dapat dicarikan solusinya. Sementara untuk ayam, seiring bertambahnya jumlah DOC yang ditetaskan, pasokan akan membaik dan harga dapat kembali stabil dalam waktu dekat. Kami tetap berupaya menjaga ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat," tegasnya. (01)
 
 
 

0 Komentar

© Copyright 2022 - BumigoraMedia