Acara Wisuda Standar 2 Lanjut Usia di Pendopo Bupati Kabupaten Lombok Timur.
LOMBOK TIMUR.Bumigoramedia.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat upaya pemberdayaan warga lanjut usia melalui program Sekolah Lanjut Usia (Lansia). Komitmen tersebut kembali ditunjukkan dengan digelarnya Wisuda Standar 2 Sekolah Lansia Sehat Ceria Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin (12/1/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Mitra Kolaborasi Sharing Happiness, sekaligus menandai keberlanjutan pembinaan lansia agar tetap aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik di usia senja.
Kepala DP3AKB Lombok Timur, dr. Hasbi Santoso, menjelaskan bahwa seluruh peserta wisuda Standar 2 merupakan lulusan Sekolah Lansia Standar 1 yang telah diwisuda pada November 2024 lalu. Pada tahap awal tersebut, para lansia mendapatkan pembekalan dasar terkait kesehatan fisik dan mental, pemahaman gizi seimbang, hingga pengenalan deteksi dini penyakit.
“Setelah menyelesaikan Standar 1, mereka melanjutkan ke Standar 2 yang lebih menekankan pada pengembangan keterampilan praktis, seperti memasak dan aktivitas lain yang disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan masing-masing lansia,” terang dr. Hasbi.
Ia menyebutkan, total peserta wisuda Standar 2 berjumlah 54 orang, terdiri dari 15 laki-laki dan 39 perempuan. Program Sekolah Lansia sendiri dirancang berjenjang hingga Standar 3, di mana pada tahap lanjutan tersebut para peserta akan diarahkan untuk mengolah keterampilan menjadi aktivitas yang memiliki nilai tambah. Namun, pelaksanaan Standar 3 saat ini masih dalam tahap persiapan.
“Tujuan utamanya agar para orang tua tetap sehat, mampu menjalankan ibadah dengan baik, dan tidak bergantung sepenuhnya pada keluarga. Semangat belajar harus terus dijaga karena belajar adalah bagian dari ibadah,” tambahnya.
Acara wisuda tersebut dibuka oleh Asisten III Setda Lombok Timur, Husnul Basri. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa kesehatan merupakan nikmat besar yang kerap luput dari rasa syukur. Ia juga menekankan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan atas proses belajar yang telah dijalani para lansia dengan penuh semangat.
Husnul Basri menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan Suralaga yang telah memfasilitasi terselenggaranya wisuda bagi puluhan lansia. Ia berharap Sekolah Lansia dapat terus berlanjut hingga Standar 3, sehingga para lulusannya memiliki keterampilan yang dapat memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.
“Seluruh ikhtiar ini bermuara pada tujuan besar, yakni memajukan Lombok Timur. Saat ini IPM Lombok Timur masih berada di peringkat lima. Program seperti Sekolah Lansia diharapkan mampu memberi kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong agar program Sekolah Lansia dapat direplikasi di desa dan kecamatan lain, sebagai langkah strategis untuk menjaga lansia tetap produktif dan tidak menjadi kelompok yang rentan secara sosial maupun ekonomi.
Sementara itu, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Lansia menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, yang diperkirakan mencapai puluhan juta jiwa dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan jumlah lansia yang terus bertambah, dibutuhkan program yang mampu menjaga mereka tetap sehat, mandiri, dan aktif. Sekolah Lansia menjadi salah satu solusi agar lansia tetap berdaya dan tidak menjadi beban bagi keluarga maupun lingkungan,” pungkasnya.
0 Komentar