Breaking News

Kondisi Atmosfer Yang Tak Menentu, Makrifatullah: Masyarakat Harus Safety

BumiGoraMedia LOTIM - Seperti apa yang telah tercatat pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan. Hal ini juga telah diprediksi sejak Agustus 2020 lalu, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari - Februari 2021.
Foto Kabid PRTH DLHK Lotim, Makrifatullah.

Begitu juga halnya yang di ungkapkan oleh Kepala bidang (Kabid) Pertamanan dan Ruang Terbuka Hidup (PRTH) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lombok Timur Makrifatitullah, pada Kamis, (11/02/2021) bahwa, Cuaca atau kondisi atmosfer dalam periode singkat yang memiliki beragam indikator suhu udara, radiasi matahari, arah dan kecepatan angin, kelembapan udara dan curah hujan serta lama penyinaran. Kondisi cuaca dapat berubah-ubah dalam hitungan hari atau jam. 


Cuaca yang tak menentu seperti inilah masyarakat sangat perlu waspada dengan cara menjaga keamanan diri atau safety. Terlebih pada pengguna jalan yang setiap harinya melintasi jalur yang banyak pohon kayunya.


" Untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu ini kita semua tentunya Safety, banyak kejadian yang sudah terjadi seperti pohon tumbang, banjir dan angin kencang yang menyebabkan korban bagi masyarakat,"ujarnya.

Oleh karna itu kata Kabid Makrifatullah, pihaknya juga sampai saat ini tetap melakukan patroli untuk pemangkasan pohon - pohon di setiap pinggir jalan yang kiranya berpotensi kopak ataupun tumbung.
" Ya, untuk saat ini kami di PRTH tetap melakukan patroli sekaligus melakukan pemangkasan pohon yang kiranya akan membahayakan masyarakat, terutama pengguna jalan. Dan tentu saat ini pemangkasan pohon kami fokuskan di wilayah perkotaan, " terangnya.

Selain itu kata dia, ada beberapa desa jugak telah di lakukan pemaangkasan pohon hingga  penebangan oleh pihaknya, seperti Desa Masbagik dan Wilayah Kecamatan Suralaga karna berpotensi membahayakan masyarakat.

" Untuk luar perkotaan kami jugak sampai ke Desa Masbagik untuk melakukan penebangan pohon, karna membahayakan jugak sih, dan semua kayunya kita tidak ambil, kita hibbahkan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti untuk pembangunan pondok pesantren, masjid dan musholla,"paparnya.

Ia mengimbau, masyarakat jangan mengupas kulit pohon kayu di pinggir jalan supaya tidak rentan kering hingga menyebabkan mudah patah ataupun tumbang, lebih lagi pada saat seperti ini cuaca yang tidak menentu. Mari kita jaga kelestarian Alam.

Bukan hanya itu, Kabid Muda PRTH jugak mengatakan selain Pemangkasan pohon pihaknya jugak dibagi untuk menata Bunga ditaman kota maupun taman - taman yang ada di jalan raya perkotaan.(BM)





0 Komentar

© Copyright 2022 - BumigoraMedia