FOTO: Bupati Lombok Timur Saat Menghadiri Peletakan Batu Pertama.
LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com — Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan bahwa hakikat membangun masjid tidak sekadar mendirikan fisik bangunan, melainkan membangun hati manusia, mempererat tali silaturahmi, sekaligus menjadi wadah mendidik generasi penerus. Hal itu disampaikan saat menghadiri peletakkan batu pertama atau pengecoran tiang pembangunan Masjid Sulukul Muttaqin, Senin (10/8).
“Membangun masjid tidak hanya mendirikan pilar atau tembok semata, melainkan membangun hati manusia, mempererat tali silaturahmi, serta menyediakan tempat untuk mendidik generasi penerus,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa memakmurkan dan membangun rumah Allah merupakan ciri orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Meski demikian, Bupati mengimbau masyarakat untuk beramal dan bersedekah cukup sesuai kemampuan masing-masing, tanpa harus merasa terbebani.
Melihat antusiasme warga yang luar biasa, Bupati menyampaikan keyakinannya bahwa pembangunan masjid ini dapat rampung dalam waktu empat hingga lima bulan ke depan. Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian pemerintah daerah, ia berjanji akan menyalurkan bantuan dana untuk pembangunan tersebut.
Masjid Agung Al-Mujahidin Siap Dibangun Kembali dengan Anggaran Rp 50 Miliar
Bupati pun mengungkapkan kekaguman melihat keindahan dan kemegahan masjid-masjid yang berdiri di tingkat kecamatan hingga pedesaan di Lombok Timur. Hal itu justru menjadi pendorong bagi pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan kembali Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, dengan anggaran yang direncanakan mencapai Rp 50 miliar dalam waktu dekat.
“Masjid kabupaten ini akan dirancang dengan nuansa Islami yang indah dan menyejukkan hati siapa pun yang berkunjung ke sana,” ungkapnya.
Selain pembangunan sarana ibadah, Bupati kembali menegaskan komitmen Pemda terhadap perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan. Di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah, pembangunan jalan tetap menjadi prioritas yang akan dialokasikan pada tahun anggaran 2027 mendatang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Tuan Guru Tanwil Ahmad. Acara ini juga dihadiri Camat Pringgasela, Kepala Desa, pengurus masjid, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
0 Komentar