Wakil Bupati Lombok Timur, Moh Edwin Hadiwijaya didampingi Kepaladinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur.
LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com - Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat serta penguatan ketahanan pangan, telah dilaksanakan Talkshow Gizi dengan tema “Pangan Lokal, Gizi Nasional Sehat dari Bumi”.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi yang sehat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran strategis pangan lokal dalam mewujudkan gizi nasional yang seimbang dan berkualitas.
Kegiatan talkshow tersebut diselenggarakan di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H.,M Edwin Hadiwijaya.
Dalam sambutannya,Ia menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal, serta mendorong sinergi lintas sektor dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Dalam waaancaranya Ia menyoroti MBG dan juga stunting, dua hal yang berkaitan. Ia juga mengatakan khusus SPPG didaerah hanya ada namanya satgas SPPG.
“Satgas SPPG ini pengarahannya itu mulai dari bupati dan tim kapolres, Kemudian kejari, Pengadilan, penanggung jawabnya itu wakiil bupati dan ketuanya sekda,”jelasnya Saat diwawancarai media ini, Selasa, (27/01/2026)
Ia juga menegaskan bahwa aspirasi yang terkait dengan SPPG harus ke satgas karna pihak OPD informasinya terbatas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lombok Timur dalam paparannya menyoroti pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.
“Ada 13,9 Untuk NTB, 22% untuk kita, itu Sementra hasil survei dari SSGI yang terpublikasi karna itu yang akan menjadi patokan kita seluruh indonesia”,Jelasnya kembali.
Melalui pelaksanaan talkshow gizi bertema “Pangan Lokal, Gizi Nasional”, diharapkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat semakin meningkat dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai upaya mendukung gizi seimbang, pencegahan stunting, dan terwujudnya masyarakat yang sehat dan berkualitas. (F)
0 Komentar