Breaking News
Live
wb_sunny

Wokshop Jurnalistik Santri Hamzanwadi Kembali di Gelar, FEBRIAN PUTRA Pemateri

Wokshop Jurnalistik Santri Hamzanwadi Kembali di Gelar, FEBRIAN PUTRA Pemateri

LOTIM BumiGoraMedia.com - Workshop Jurnalistik santri Hamzanwadi yang diselenggarakan oleh Lentera Literasi Nusantara kembali digelar pada kamis, (25/03/2021). Kegiatan ini seperti biasa di gelar di gedung  Mts Mu’allimin NWDI Pancor, dengan pemateri Febrian Putra yang merupakan penulis buku Dakwah Nusantara Tuan Gura Bajang. Workshop ini difokuskan khusus untuk para santri yang menimba ilmu di yayasan pendidikan hamzanwadi pondok pesantren darun nahdlatul wathan diniyah islamiyah pancor (YPH PPD NWDI Pancor). 

FOTO: Febrian Putra, (tengah) Pemateri Wokshop Lentera Literasi Nusantara Bersama Santri Hamzanwadi.

Febrian Putra, selaku pemateri menyampaikan betapa pentingnya berimbangan data dan informasi ketika mendapatkan berita. “keberimbangan data dan informasi serta tidak mengambil info dari satu pihak itu adalah modal utama. Harus ada info yang mengimbangi,” ujarnya.

Di jelaskanya kepada peserta Wokshop tersebut bahwa kerja - kerja jurnalistik tidak terlepas dari undang - undang pers.
Undang-Undang Pers adalah undang-undang yang mengatur tentang prinsip, ketentuan dan hak-hak penyelenggara pers di Indonesia. Undang-undang Pers disahkan di Jakarta pada 23 September 1999 oleh Presiden Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dan Sekretaris Negara Muladi.

Febrian juga tak segan menceritakan tentang pengalamannya ketika muda dulu dalam dunia wartawan, sempat masuk di jawa post dan juga di Lombok post. Dari dunia wartawan sampai bisa menulis buku Dakwah Nusantara TGB.

"Ketika muda dulu, banyak pengalaman yang sya dapatkan. Saya juga pernah menjadi jurnalis pada Media Jawa Post dan Pada Media Lombok Post. Dari dunia jurnalis lah saya Alhamdulillah bisa menulis Buku Dakwah TGB," tutur Peria yang masih sunergik itu.

Penulis buku Dakwah Nusantara TGB ini mengakui, kehebatan wartawan bukan dilihat dari kehebatannya dalam wawancara, namun dilihat dari bagaimana ia mampu menarik pembaca.

"Kehebatan Wartawan itu bukan pada ketika ia mewawancarai Nara sumber, Namun Wartawan itu di katakan hebat dari hasil wawancara, yakni  mampu menarik minat pembaca dari karyanya sendiri," tegasnya.

Dalam suasana Wokshop tersebut disampaikannya pesan yang selalu digaungkan oleh Tuan Guru Bajang Dr. Zainul Majdi, MA ketika mengikuti kegiatan - kegiatannya yakni keistiqomahan.

"pesan yang selalu digaungkan kepada kami, yakni keistiqomahan. Istiqomah lebih istimewa dari seribu karomah," bebernya. (Firman)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Tag Terpopuler