LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com - Memasuki pertengahan bulan Ramadan atau hari ke-17, harga sejumlah bahan pokok khususnya komoditas daging di Kabupaten Lombok Timur, terpantau masih bertahan di posisi tinggi, Sabtu, 7 Maret 2026.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan harga pada komoditas protein hewani tersebut di tingkat pedagang pasar tradisional. Di pasar pancor gelang, harga daging sapi masih tertahan di angka Rp 140 ribu per kilogram. Kondisi serupa juga terjadi pada daging ayam potong yang masih dijual dengan harga Rp 45 ribu per kilogram, termasuk harga ayam kampung yang tetap stabil tinggi.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Pancor gelang yang enggan di sebut namanya, menjelaskan bahwa tingginya harga ini dipicu oleh permintaan masyarakat yang tetap konsisten selama bulan suci. Menurutnya, fluktuasi harga daging merupakan fenomena tahunan yang sulit dihindari saat memasuki fase pertengahan hingga akhir Ramadan.
"Harga daging terpantau masih tinggi hingga memasuki pertengahan Ramadan ini," katanya.
Para pedagang memprediksi harga tersebut akan terus merangkak naik seiring semakin dekatnya perayaan Idul Fitri. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, harga daging sapi bahkan pernah menembus angka Rp 180 ribu per kilogram akibat lonjakan permintaan konsumen yang sangat masif menjelang lebaran.
"Harga daging ini diperkirakan akan mengalami lonjakan menjelang lebaran seiring meningkatnya permintaan konsumen," ujarnya.
Kenaikan harga ini diperkirakan juga akan merembet pada komoditas ayam potong dan ayam kampung dalam beberapa pekan ke depan. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga musiman ini guna menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga hingga hari raya tiba.
Sementara pihak dinas perdagangan ùntuk di mintai keterangan dalam mengantisipasi lonjakan harga di penghujung Ramadan belum bisa di hubungi sampai berita ini di terbitkan. (M)
0 Komentar