LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com — Pumice Stone Kotaraja berhasil meraih gelar Juara 1 Liga 3 PSSI Kabupaten Lombok Timur Tahun 2026 setelah menaklukkan PS Benyer pada laga puncak yang berlangsung sengit di Lapangan Rinjani Kotaraja, Senin (2/11). Pertandingan tersebut memadati lapangan oleh ribuan penonton yang antusias menyaksikan puncak kompetisi yang diikuti sebanyak 115 klub se-Kabupaten Lombok Timur.
Acara penutupan Liga 3 tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, yang menyampaikan rasa syukur atas berjalannya turnamen secara sukses berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Sore hari ini kita dapat menutup Liga 3 PSSI di Lombok Timur yang diikuti oleh 115 klub. Ini menandakan bahwa apa yang sudah kita lakukan berjalan dengan baik dan sukses. Tentu, kesuksesan ini berkat kerja sama kita semua," ujar Bupati.
Menurut Bupati, gelaran Liga 3 ini bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan memiliki tiga fungsi utama: sebagai sarana pembinaan olahraga, hiburan sehat bagi masyarakat, serta momentum penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Ia mengajak masyarakat untuk mendukung produk pelaku usaha di sekitar lokasi pertandingan agar roda perekonomian daerah semakin bergerak.
"Setiap kita melakukan liga sepak bola, selalu diikuti oleh masyarakat yang banyak. Jangan lupa membeli produk UMKM kita supaya perekonomian kita berjalan," ajaknya.
Bupati juga mengapresiasi kemampuan insan olahraga Lombok Timur karena berhasil menyelenggarakan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tingkat lokal secara bersamaan pada bulan yang sama. Terkait agenda besar PON 2028 yang akan dituanrumahi oleh NTB, ia berpesan kepada para pemain andalan daerah untuk mulai bersiap secara serius sejak sekarang.
"Oleh karena itu, kepada seluruh pemain yang sudah kita anggap andal, dari sekarang harus tetap menjaga latihan, menjaga pola makanan, dan menyikapi latihan‑latihan yang bagus sehingga kita bisa menjadi pemain‑pemain yang berhasil," pesannya.
Sementara itu Ketua Askab PSSI Kabupaten Lombok Timur Muhammad Yusri menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia penyelenggara, Pemerintah Desa Kotaraja, para donatur, serta seluruh warga Desa Kotaraja yang telah mendukung kelancaran Liga 3 tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama kemajuan sepak bola Lombok Timur.
"Kami dari Askab PSSI Lombok Timur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan‑rekan panitia yang sangat luar biasa, Pemdes Kotaraja, para donatur, dan seluruh warga Desa Kotaraja yang telah memberikan support dan bantuan sehingga Liga 3 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya.
Ia juga menyoroti kebangkitan sepak bola Lombok Timur yang kini semakin diperhitungkan di kancah regional maupun nasional.
"Dulu kita diremehkan oleh kabupaten‑kabupaten lain, tapi alhamdulillah kita banyak menorehkan juara. Kita mewakili NTB di tingkat nasional di Jawa, dan pada Porprov alhamdulillah kita juga mendapat juara 1 medali emas. Seiring bangkitnya Timnas Indonesia, Lombok Timur juga ikut bangkit," tambahnya.
Turut hadir dalam penutupan Liga 3 tersebut antara lain Kadispora, unsur Forkopimcam, Plt. Kades Kotaraja, serta pengurus Askab PSSI Lombok Timur.
Dengan berakhirnya Liga 3 ini, harapan seluruh insan sepak bola Lombok Timur semakin besar agar bibit‑bibit muda daerah terus dibina dan mampu mengharumkan nama NTB pada PON 2028 maupun kompetisi nasional mendatang.
0 Komentar