Breaking News

KSPP LOMBOK TIMUR : BERSINERGI WUJUDKAN PONPES YANG SEMART DAN MENDUNIA

.      FOTO : Wakil Bupati Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Bumigoramedia.com — Kabupaten Lombok Timur memiliki 289 Pondok Pesantren, yang masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri. Karena itu, kelebihan yang dimiliki satu pesantren diharapkan dapat direplikasi di pesantren lainnya. Harapan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya usai mengukuhkan dan melantik pengurus Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lombok Timur Periode 2026–2031, yang berlangsung Kamis (22/10) di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur.
 
"Masing-masing Pondok Pesantren pasti ada kelebihannya. Masing-masing Pondok Pesantren juga ada kekurangannya. Kelebihan satu Pondok Pesantren bisa direplikasi di Pondok Pesantren lainnya," ungkapnya. Wakil Bupati berharap FKSPP dapat menangkap peluang pembinaan melalui replikasi tersebut dan menjembatani pesantren agar dapat bekerja sama dengan berbagai lembaga. Ia mencontohkan sejumlah pesantren yang telah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia terkait pengendalian inflasi melalui pengembangan komoditas pangan. "Peluang pembinaan Pondok Pesantren ini perlu ditangkap oleh forum. Akses program yang dapat dibawa terkait pemberdayaan Pondok Pesantren. Bank Indonesia arahnya kebanyakan ke pemberdayaan, sehingga ponpes dapat dibiayai dari usaha sendiri," jelasnya.
 
Lebih lanjut, diharapkan forum ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, termasuk dengan menelurkan kode etik atau aturan bersama yang dapat mencegah terjadinya kasus kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pesantren, terlebih di pesantren yang menampung santri dan santriwati dalam satu lingkungan. Hal itu diingatkan menyusul sejumlah kasus yang menimpa sejumlah pesantren, baik di Lombok maupun di luar daerah. Wabup menyebut hal tersebut sebagai ujian yang harus dihadapi dengan perbaikan sistem dan pengawasan yang lebih ketat.
 
FKSPP juga diharapkan mampu mengkaji peraturan perundang-undangan agar dapat menarik dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk semakin mengembangkan program dan kegiatan. Semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pesantren menjadi kunci untuk saling berkontribusi demi kemajuan bersama.
 
Sementara itu, Ketua FKSPP Lombok Timur TGH. Muhammad Fikri menyebut organisasi ini sebagai wadah strategis dalam pengembangan pesantren. Keberadaan FKSPP yang dinaungi pemerintah daerah dinilai mempermudah komunikasi dan koordinasi antar-pesantren maupun dengan pihak terkait. "Forum ini menjadi wadah yang sangat strategis. Wadah yang menjadi poin penting pengembangan Ponpes di Lombok Timur. Kita ingin mengatakan bahwa Ponpes yang ada di Lombok Timur terbuka kepada Pemda untuk memberikan pembinaan, untuk memberikan dukungan," ungkapnya. Melalui sinergi ini, diharapkan pesantren di Lombok Timur dapat berkembang menjadi lembaga yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga cerdas, mandiri, dan berprestasi — mewujudkan pesantren yang Smart dan Mendunia. Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian materi terkait masa depan pesantren dan pengembangan pendidikan Salafiyah di era modern.
 
Redaksi BM

0 Komentar

© Copyright 2022 - BumigoraMedia