LOMBOK TIMUR,Bumigoramedia.com -Tingginya minat masyarakat Lombok Timur untuk bekerja ke luar negeri merupakan fenomena ketenagakerjaan yang terus berkembang dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, bekerja ke luar negeri tidak hanya dipandang sebagai pilihan individual, tetapi juga sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan kesempatan kerja di dalam negeri.
Pemkab Lotim, melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan menyampaikan, derasnya arus Pekerja Migran Indonesia (PMI) Khususnya di kabupaten Lombok Timur yang mengadu nasipnya ke luar Negeri cukup terbilang drastis tinggi mencapai angka sembilan ratus (900) hingga seribu (1000) orang.
Angka tersebut di ungkapkan oleh kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), H. Suroto pada media ini,Kamis (30/04/2026).
"Dari awal tahun 2026,pekerja migran Indonesia khususnya di kabupaten Lombok Timur tercatat 900 hingga 1000 orang yang berangkat keluar negeri," terang Kadis Suroto.
PMI yang berangkat keluar negeri dengan jumlah tersebut tentu dibekali dengan data yang resmi dan melalui PT serta job order yang jelas.
"Kalau yang ngurus ke kantor melalui berbagai macam PT sesuai job order, janwari, febrwari,maret, april ini, sektar 900 sampe dengan 1000 orang perbulan yang ke Malasyia. Dari jmlh itu sbgian besar sudah berangkat. Ada beberapa orang juga dalam proses kelengkapan dokumen oleh masing -masing PT, " tulis Suroto.
Meski demikian Lanjut Suroto, hingga saat ini masih banyak PMI yang keluar negeri melalui jalur non prosedural tanpa membekali diri dengan dokumen yang lengkap. PMI Lombok Timur masih ada ditemukan memakai visa pelancong ùntuk bekerja ke Malaisya.
"selain itu masih banyak yang berangkat non prosedural sehingga belum bisa kita deteksi. yang biasanya memakai visa pelancong," ujarnya.
Dengan demikian, pihaknya tetap melakukan kerjasama dengan SBMI,ADBMI,BPJS Naker ùntuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme jalur resmi berangkat keluar negri menjadi Tenaga kerja.
"Kami tetap melakukan sosialisasi,berkolaborasi dengan Sarikat Buruh Migran, Advokasi Buruh Migran,dan BPJS Naker," tukasnya.
Kadisnaker Lombok Timur mengimbau kepada masyarakat yang menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar tidak melalui jalur non prosedural yang berdampak pada diri sendiri dan keluarga yang di tinggalkan.
CPMI diharapkan agar memastikan diri dengan kelengkapan dokumen dan mendaftarkan diri melalui jalur resmi guna memastikan keamanan dan keselamatan dalam mencari Rizki di Negara orang. Demikian Suroto pada media ini. (01)
0 Komentar